Eko Putro Sandjojo Dan Lontong Medan

Favoritnya Adalah Lontong Medan Dan Roti Jala Yang Dimakan Dengan Kari Ayam

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengaku sangat menyukai masakan Medan yang berkuah. Makanan khas Medan memang identik dengan kuah santan.

Favoritnya adalah Lontong Medan dan Roti Jala yang dimakan dengan Kari Ayam. Sayangnya, tidak setiap hari makanan itu dihidangkan oleh istrinya yang memang asli orang Medan. Itu sebabnya setiap Lebaran, kedua makanan itulah yang paling beliau tunggu.

 

Lontong Medan

Mungkin banyak yang  berpikir kalau lontong Medan serupa dengan lontong sayur. Meski terlihat serupa, kedua makanan ini berbeda. Lontong Medan jauh lebih variatif dibandingkan lontong sayur dan umum sebagai makanan untuk sarapan pagi.

Lontong Medan memiliki ciri khas, yaitu menggunakan bihun dengan sedikit sayuran, telur balado, teri dan kacang, kemudian dipadu dengan ketupat. Kemudian, disiram tiga kuah khas yakni kuah lodeh berisi wortel dan buncis, kari ayam, serta tauco. Tak hanya memberi rasa kenyang tahan lama, perpaduan tiga jenis kuah lontong sayur tersebut memberi sensasi gurih yang berbeda.

Adanya sedikit rasa pedas dan asin dari ikan teri, membuat seporsi lontong sayur ini semakin menggugah selera. Tak lupa, ditutup dengan kerupuk merah putih ala kota Medan. Variasi itulah yang membuat lontong Medan jauh lebih sedap dan gurih dibandingkan lontong sayur pada umumnya.

 

Roti Jala

Roti jala adalah jenis makanan yang terkenal dikalangan masyarakat Melayu Sumatera Utara, walaupun asalnya ternyata dari daerah timur tengah atau lebih tepatnya India. Di Kepulauan Riau, disebut dengan nama roti kirai. Roti jala mirip dengan roti canai. Bedanya roti jala dibuat dengan cetakan khusus, yang berbentuk seperti cangkir yang berlubang pada bagian bawahnya, kemudian adonannya dilipat seperti segitiga.

Meskipun disebut roti, roti jala ini bentuknya tidak seperti roti pada umumnya. Roti ini dinamakan demikian karena bentuknya memang mirip jaring atau jala yang digunakan para nelayan untuk menangkap ikan. Tekstur dari roti jala ini elastis dan sedikit kenyal. Kuliner ini paling enak disantap bersama kuah kari kambing, kari ayam, atau kari daging sapi, dengan tambahan acar nanas. Atau dengan kuah manis, seperti kuah durian dan kuah sarikaya

Terdapat banyak kreasi dalam cara membuat roti jala yang mudah dan sederhana, yaitu menggunakan tepung terigu, telur dan susu, sebagai pengganti santan. Tujuannya agar tidak mengandung kolesterol yang tinggi.

Makanan ini cukup populer selama Ramadhan maupun saat Idul Fitri. Selain itu, roti jala biasanya juga dihidangkan dalam acara-acara silaturahim keluarga dan sosial, seperti pesta pernikahan, kenduri, dan syukuran masyarakat Melayu.

Makanan tradisional ini masih terus dilestarikan, khususnya di Riau. Anak-anak di sekolah menengah pertama maupun menengah atas diajarkan bagaimana cara membuat roti jala ini. Tujuannya agar mereka mengenal makanan tradisional khas daerah dan dapat terus melestarikannya. Terkadang di sekolah-sekolah pun diadakan perlombaan memasak makanan tradisional.

Demikian info singkat tentang jenis kuliner yang sangat disukai oleh Eko Putro Sandjojo

 

Sumber:

Item terkait

Kuliner selanjutnya: « Ma'ruf Amin Dan Kue Putu

Serba Serbi Kuliner

FoodMania

  • Peuyeum, Fermented Delicacies for West Java Peuyeum, Fermented Delicacies for West Java
    Peuyeum, Fermented Cassava from West Java - Indonesia has several delicious fermented foods, one of which is peuyeum. It is fermented cassava usually eaten as snacks. Although it is a traditional West Javanese snack, similar food also is known in other parts of Java but it is called Tape.
    Read more...

Penawaran

Cari Kuliner Kesukaanmu Disini